Digital Clinical Library

2022 Kemenkes PNPK Tatalaksana HIV

14 Desember 2025PNPKTropik Infeksi
Lihat PDF

Pedoman Penanggulangan HIV, AIDS, dan IMS (PMK No. 23 Tahun 2022)

BAB I: PENDAHULUAN & STRATEGI NASIONAL

Target Eliminasi 2030

Indonesia berkomitmen mencapai target "Three Zero" pada 2030:

  1. Zero New Infection: Menurunkan infeksi baru.
  2. Zero AIDS-related Death: Menurunkan kematian akibat AIDS.
  3. Zero Discrimination: Meniadakan stigma dan diskriminasi.

Target 95-95-95 (Tahun 2027)

  • 95% Pertama: ODHIV mengetahui status HIV-nya.
  • 95% Kedua: ODHIV yang tahu statusnya mendapatkan terapi ARV (On ART).
  • 95% Ketiga: ODHIV yang on ART mengalami supresi virus (viral load tidak terdeteksi).

BAB II: PENCEGAHAN PENULARAN (PrEP & PEP)

1. Profilaksis Pasca Pajanan (PEP)

Diberikan pada kejadian pajanan berisiko (tertusuk jarum, kekerasan seksual) sesegera mungkin (ideal < 4 jam, maksimal 72 jam).

Tabel Regimen ARV untuk PEP:

Kategori PasienRegimen PilihanRegimen Alternatif
Dewasa & Remaja (>10 th)TDF + 3TC + DTGTDF + 3TC/FTC + LPV/r
TDF + 3TC/FTC + EFV
Anak (<10 th)AZT + 3TC + EFV*AZT + 3TC + LPV/r
ABC + 3TC + LPV/r

> Catatan: EFV tidak untuk anak < 3 tahun. TDF tidak untuk anak < 2 tahun.

2. Profilaksis Pra-Pajanan (PrEP)

Diberikan pada orang berisiko tinggi (LSL, Pasangan ODHIV diskordan) dengan syarat HIV Negatif.

  • Regimen: TDF + 3TC (atau FTC).
  • Pemantauan: Tes HIV ulang, kepatuhan, dan efek samping tiap 3 bulan.

BAB III: STRATEGI TES & DIAGNOSIS (SURVEILANS)

Alur Penegakan Diagnosis HIV

Diagnosis ditegakkan menggunakan 3 Reagen (R1, R2, R3) dengan metode atau antigen berbeda.

Prinsip Diagnosis: Hasil dinyatakan POSITIF hanya jika ketiga reagen (R1, R2, dan R3) menunjukkan hasil REAKTIF.

Interpretasi Hasil Tes:

  1. R1 (NR): Lapor sebagai NON-REAKTIF (Negatif).
    • Kecuali: Ada risiko pajanan < 3 bulan (Masa Jendela), ulangi tes 2 minggu - 3 bulan lagi.
  2. R1 (R) + R2 (R) + R3 (R): Lapor sebagai POSITIF -> Rujuk PDP (Perawatan Dukungan Pengobatan).
  3. Hasil Diskordan (Tidak Konsisten):
    • Jika R1 (R), R2 (R), R3 (NR) -> Inkonklusif.
    • Jika R1 (R), R2 (NR) -> Ulangi R1. Jika hasil ulang tetap R -> Inkonklusif.
    • Tindak Lanjut Inkonklusif: Ulangi tes 14 hari kemudian. Jika masih inkonklusif, lakukan pemeriksaan PCR RNA/DNA atau rujuk ke lab rujukan nasional.

[INSERT IMAGE: Bagan Alir 6.3 Diagnosis HIV Serologis Usia > 18 Bulan dari Halaman 77]

Diagnosis pada Bayi/Anak < 18 Bulan (EID)

Tidak bisa menggunakan antibodi (Rapid Test) karena masih ada antibodi ibu.

  • Metode: PCR DNA HIV (Virologis).
  • Waktu: Usia 6 minggu (atau secepatnya jika bergejala).
  • Alur:
    • PCR Positif -> Start ARV -> Konfirmasi ulang dengan sampel baru.
    • PCR Negatif -> Cek Antibodi di usia 18 bulan (atau setelah berhenti ASI 3 bulan).

BAB IV: PENANGANAN KASUS & PENGOBATAN ARV

Prinsip "Test and Treat"

Pengobatan ARV diberikan pada SEMUA ODHIV tanpa memandang stadium klinis dan nilai CD4, sesegera mungkin (hari yang sama atau < 7 hari).

1. Regimen ARV Lini Pertama (Dewasa & Remaja)

KondisiRegimen PilihanRegimen Alternatif
Umum (Naive)TDF + 3TC + DTG (Tenofovir + Lamivudin + Dolutegravir)TDF + 3TC + EFV 600
TDF + 3TC + EFV 400
Koinfeksi TBCTDF + 3TC + DTG*TDF + 3TC + EFV 600

> Catatan: Jika menggunakan DTG bersama Rifampisin (Obat TB), dosis DTG dinaikkan menjadi 2x sehari (diberikan tambahan DTG 50mg berjarak 12 jam).

2. Regimen ARV Lini Pertama (Anak)

UsiaRegimen PilihanAlternatif
3 - 10 TahunAZT + 3TC + EFVABC + 3TC + DTG
ABC + 3TC + EFV
< 3 Tahun(ABC atau AZT) + 3TC + LPV/r(ABC atau AZT) + 3TC + DTG*

> Catatan: DTG pada anak hanya untuk usia > 4 minggu dan BB > 3kg.

3. Koinfeksi TB-HIV

  • Mulai OAT dulu: Segera.
  • Mulai ARV:
    • Umum: Dalam 2 minggu setelah mulai OAT (tanpa melihat CD4).
    • Meningitis TB: Tunda ARV 4-8 minggu (risiko IRIS berat).
  • Profilaksis Kotrimoksazol (PPK): Wajib diberikan pada semua koinfeksi TB-HIV.

BAB V: PEMANTAUAN PENGOBATAN

Viral Load (VL) HIV

Merupakan standar emas pemantauan keberhasilan terapi.

  • Jadwal: Bulan ke-6, Bulan ke-12, lalu setahun sekali.
  • Target: Undetectable (Tidak terdeteksi) atau < 1000 kopi/ml (Supresi).
  • Gagal Terapi (Virological Failure): Jika VL > 1000 kopi/ml pada dua pemeriksaan berturut-turut (interval 3 bulan) dengan kepatuhan baik. -> Switch ke Lini Kedua.

Kriteria Gagal Terapi (WHO)

  1. Gagal Virologis: VL > 1000 kopi/ml.
  2. Gagal Imunologis: CD4 turun < 100 sel/mm³ atau kembali ke baseline awal terapi.
  3. Gagal Klinis: Muncul infeksi oportunistik baru (Stadium 4) setelah 6 bulan terapi.

Catatan Penting: Jika terjadi efek samping berat (misal: Anemia berat karena AZT, atau Gangguan ginjal karena TDF, atau Psikosis karena EFV), lakukan Substitusi (ganti 1 obat biang kerok), bukan Switch regimen.