Ringkasan Klinis: NICE Guideline NG253 (Nov 2025)
Topik: Dugaan Sepsis: Pengenalan, Asesmen, dan Manajemen Awal Populasi: Dewasa (usia >= 16 tahun) Sumber: NICE NG253 (Diterbitkan: 19 November 2025)
1. Prinsip Utama & Identifikasi Risiko
Pikirkan "Could this be sepsis?" jika pasien menunjukkan tanda infeksi, meskipun suhu tubuh normal atau tidak spesifik.
Populasi Rentan (Vulnerable Groups)
Perhatian khusus harus diberikan pada pasien dengan faktor risiko berikut:
- Usia >= 75 tahun atau kondisi frail.
- Gangguan imun (akibat penyakit atau obat, misal: kemoterapi, steroid oral).
- Riwayat operasi/prosedur invasif dalam 6 minggu terakhir.
- Adanya indwelling catheter atau kerusakan integritas kulit.
- Pengguna obat IV, alkoholisme, atau kondisi sosial ekonomi rendah.
- Kesulitan komunikasi (disabilitas belajar, demensia, hambatan bahasa).
PENTING: Pasien yang menjalani terapi antikanker (dalam 30 hari terakhir) atau imunosupresan harus dicurigai mengalami Sepsis Neutropenia dan dirujuk segera ke perawatan sekunder/tersier sesuai guideline neutropenia.
2. Stratifikasi Risiko (Risk Stratification)
A. Di Rumah Sakit Akut & Ambulans (Menggunakan NEWS2)
Gunakan skor NEWS2 untuk menentukan tingkat risiko keparahan atau kematian akibat sepsis:
| Tingkat Risiko | Kriteria NEWS2 | Tindakan Klinis |
|---|---|---|
| High Risk | Skor >= 7 ATAU Skor 5-6 dengan parameter tunggal bernilai 3 (jika penyebabnya infeksi akut). | Review segera oleh Senior Clinical Decision Maker. Antibiotik < 1 jam. |
| Moderate Risk | Skor 5-6. | Review oleh klinisi kompeten (min. FY2). Antibiotik < 3 jam (jika diperlukan). |
| Low Risk | Skor 1-4. | Review rutin. Antibiotik < 6 jam (jika diperlukan). |
| Very Low Risk | Skor 0. | Kelola sesuai penilaian klinis. |
Catatan: Pertimbangkan menaikkan level risiko jika terdapat tanda klinis mengkhawatirkan seperti kulit mottled/ashen, sianosis, ruam non-blanching, atau perburukan kondisi.
B. Di Komunitas (GP/Klinik Pratama)
Gunakan penilaian klinis berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik. Rujuk segera via ambulans jika memenuhi kriteria High Risk.
- High Risk Criteria: Perubahan status mental baru, RR >= 25, butuh O2 baru (sat < 92%), SBP <= 90 mmHg, Nadi > 130, tidak urinasi > 18 jam, kulit mottled/sianosis.
- Moderate-High Risk Criteria: RR 21-24, SBP 91-100 mmHg, Nadi 91-130, tidak urinasi 12-18 jam, tanda infeksi lokal.
3. Manajemen Awal Berdasarkan Risiko (Di RS)
A. High Risk (NEWS2 >= 7)
- Target Waktu: Dalam 1 jam sejak asesmen.
- Investigasi: Kultur darah, laktat, gas darah, FBC, CRP, U&E, LFT, koagulasi.
- Antibiotik IV: Berikan spektrum luas dalam waktu 1 jam.
- Cairan IV: Berikan bolus 250 ml (kristaloid isotonik) dalam 1 jam jika tidak dikontraindikasikan.
- Eskalasi: Jika tidak membaik dalam 1 jam, libatkan Senior Clinical Decision Maker dan konsultan.
B. Moderate Risk (NEWS2 5-6)
- Review: Oleh klinisi (min. FY2) dalam 1 jam.
- Antibiotik IV: Pertimbangkan menunda hingga 3 jam untuk investigasi lebih lanjut guna diagnosis spesifik.
- Pengecualian: Jika keputusan memberi antibiotik sudah dibuat, jangan ditunda lagi.
- Hipoperfusi: Jika ada bukti hipoperfusi (misal: Laktat > 2 mmol/L atau AKI), kelola sebagai High Risk.
C. Low Risk (NEWS2 1-4)
- Review: Oleh tenaga kesehatan terdaftar dalam 1 jam.
- Antibiotik IV: Pertimbangkan menunda hingga 6 jam untuk investigasi/diagnosis pasti.
4. Terapi Cairan & Vasopressor (Detail Teknis)
Cairan Intravena
- Indikasi: Pasien High Risk atau Moderate Risk dengan hipoperfusi.
- Jenis Cairan: Kristaloid isotonik seimbang (balanced solution seperti Hartmann's) atau NaCl 0.9% jika balanced tidak tersedia.
- Volume: Bolus awal 250 ml (idealnya dalam 10-15 menit).
- Re-asesmen: Nilai ulang setelah setiap bolus.
- Batas: Dapat diulang hingga total 1,000 ml. Jika tidak ada perbaikan setelah 1,000 ml, konsultasikan ke senior decision maker.
Vasopressor
- Konsultasi: Diskusikan dengan tim critical care.
- Akses: Dapat dimulai melalui akses perifer jika akses sentral belum tersedia.
- Syarat Perifer: Pastikan kanula dan jalur terlihat jelas, monitoring tanda ekstravasasi.
Oksigen
- Target saturasi: 94-98% untuk dewasa umum.
- Target saturasi: 88-92% untuk pasien berisiko gagal napas hiperkapnia.
5. Sumber Infeksi (Source Control)
- Lakukan investigasi sumber infeksi sesegera mungkin (urin, rontgen dada, CT scan jika perlu).
- Libatkan tim bedah/intervensi radiologi sejak awal jika drainase/tindakan diperlukan.
6. Discharge & Informasi
- Berikan informasi tertulis dan lisan mengenai tanda bahaya (safety netting) sebelum memulangkan pasien, termasuk mereka yang tidak terdiagnosis sepsis.
- Pastikan pasien/keluarga mengerti kapan harus mencari pertolongan medis kembali.