Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Tata Laksana Hipertensi Dewasa (2021)
Dasar Hukum: Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4634/2021
BAB I: DEFINISI DAN KLASIFIKASI
A. Definisi
Hipertensi ditegakkan bila Tekanan Darah Sistolik (TDS) $\ge$ 140 mmHg dan/atau Tekanan Darah Diastolik (TDD) $\ge$ 90 mmHg pada pengukuran di klinik .
B. Klasifikasi Tekanan Darah (ESC/ESH 2018)
Klasifikasi ini berlaku untuk usia >18 tahun.
| Kategori | TDS (mmHg) | TDD (mmHg) | |
|---|---|---|---|
| Optimal | < 120 | dan | < 80 |
| Normal | 120 - 129 | dan/atau | 80 - 84 |
| Normal Tinggi | 130 - 139 | dan/atau | 85 - 89 |
| Hipertensi Derajat 1 | 140 - 159 | dan/atau | 90 - 99 |
| Hipertensi Derajat 2 | 160 - 179 | dan/atau | 100 - 109 |
| Hipertensi Derajat 3 | $\ge$ 180 | dan/atau | $\ge$ 110 |
| Hipertensi Sistolik Terisolasi | $\ge$ 140 | dan | < 90 |
Catatan: Jika nilai sistolik dan diastolik berada dalam kategori berbeda, pasien diklasifikasikan ke dalam kategori yang lebih tinggi .
BAB II: TARGET TEKANAN DARAH
Prinsip utama: "The lower the better" (hingga batas keamanan tertentu).
A. Target Umum
- Target Awal: Turunkan hingga <140/90 mmHg pada semua pasien.
- Target Optimal (jika ditoleransi): Turunkan hingga 130/80 mmHg atau lebih rendah .
B. Target Berdasarkan Usia & Komorbid
| Kelompok Pasien | Target TDS (Sistolik) | Target TDD (Diastolik) |
|---|---|---|
| Usia 18 - 65 Tahun | 120 - 130 mmHg | 70 - 79 mmHg |
| Usia $\ge$ 65 Tahun | 130 - 139 mmHg | 70 - 79 mmHg |
| Diabetes / PJK / Stroke | 120 - 130 mmHg | 70 - 79 mmHg |
| Penyakit Ginjal Kronik (PGK) | 130 - 140 mmHg | 70 - 79 mmHg |
Batas Keamanan: TDS sebaiknya tidak < 120 mmHg dan TDD tidak < 70 mmHg karena risiko hipoperfusi organ .
BAB III: ALGORITMA TATA LAKSANA FARMAKOLOGI
Strategi pengobatan saat ini mengutamakan Terapi Kombinasi sejak awal (kecuali pada pasien risiko rendah atau sangat tua).
A. Strategi Inisiasi Obat (Step-by-Step)
-
Langkah 1 (Terapi Inisial): Kombinasi Dua Obat
- Pilihan: ACEi atau ARB + CCB atau Diuretik.
- Saran: Gunakan SPC (Single Pill Combination) untuk kepatuhan lebih baik.
- Pengecualian (Monoterapi): Hipertensi derajat 1 risiko rendah (TDS <150), atau usia sangat tua (>80 tahun/renta) .
-
Langkah 2 (Jika Tidak Terkontrol): Kombinasi Tiga Obat
- Pilihan: ACEi atau ARB + CCB + Diuretik.
- Disarankan dalam bentuk SPC .
-
Langkah 3 (Hipertensi Resisten): Triple Therapy + Obat ke-4
- Tambahkan Spironolakton (25-50 mg 1x/hari).
- Alternatif: Diuretik lain, Alpha-blocker, atau Beta-blocker .
Peran Beta-Blocker: Pertimbangkan Beta-blocker pada setiap langkah jika ada indikasi spesifik: Gagal jantung, Angina, Pasca Infark Miokard, Fibrilasi Atrial, atau Wanita muda merencanakan kehamilan .
BAB IV: TATA LAKSANA PADA POPULASI KHUSUS
A. Hipertensi dengan Diabetes Melitus
- Target: TDS < 130 mmHg dan TDD < 80 mmHg (jika ditoleransi).
- Obat Pilihan: ACEi atau ARB (terutama jika ada mikroalbuminuria/proteinuria) dikombinasikan dengan CCB atau Diuretik tiazid .
B. Hipertensi dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
- Target: 130 - 140 mmHg (Sistolik).
- Obat Pilihan: ACEi atau ARB (efektif menurunkan albuminuria).
- Perhatian:
- Kombinasi ACEi + ARB TIDAK DIREKOMENDASIKAN (risiko hiperkalemia & AKI).
- Jika eGFR < 30 mL/min, ganti tiazid dengan Loop Diuretic (Furosemid) .
C. Hipertensi dalam Kehamilan
- Definisi Berat: TDS $\ge$ 160-180 mmHg atau TDD > 110 mmHg.
- Obat Aman:
- Metildopa (Lini 1)
- Nifedipin
- Labetalol (jika tersedia)
- KONTRAINDIKASI MUTLAK: ACE Inhibitor, ARB, dan Direct Renin Inhibitor (Teratogenik) .
- Pre-eklampsia: Berikan Magnesium Sulfat (MgSO4) untuk mencegah kejang .
D. Hipertensi Emergensi (Krisis)
- Definisi: Hipertensi derajat 3 (TDS >180 / TDD >110) + Kerusakan Organ Akut (HMOD).
- Target: Turunkan MAP (Mean Arterial Pressure) maksimal 20-25% dalam 1 jam pertama.
- Obat Parenteral (IV):
- Nikardipin
- Labetalol
- Nitrogliserin (pilihan utama pada iskemik jantung/gagal jantung) .
BAB V: INTERVENSI GAYA HIDUP (NON-FARMAKOLOGIS)
Wajib dilakukan pada semua pasien (Pre-hipertensi s.d Hipertensi berat).
| Intervensi | Rekomendasi Klinis |
|---|---|
| Batasi Garam | < 5 gram garam dapur per hari (setara < 2 gram Natrium) . |
| Diet DASH | Perbanyak sayur, buah, produk susu rendah lemak, gandum utuh, ikan . |
| Berat Badan | Pertahankan IMT 18.5 - 22.9 kg/m² dan Lingkar Pinggang <90 cm (Pria) / <80 cm (Wanita) . |
| Olahraga | Aerobik intensitas sedang (jalan cepat, berenang), 30 menit/hari, 5-7 hari/minggu . |
| Berhenti Merokok | Wajib. Rokok adalah faktor risiko vaskular mayor . |
BAB VI: HIPERTENSI KRISIS (EMERGENSI & URGENSI)
Kondisi peningkatan tekanan darah mendadak (biasanya >180/110 mmHg) yang membutuhkan penanganan segera.
A. Klasifikasi Klinis
- Hipertensi Emergensi: TD Sangat Tinggi + Kerusakan Organ Target Akut (HMOD).
- Contoh: Ensefalopati, Stroke (Iskemik/Hemoragik), Gagal Jantung Akut, Sindrom Koroner Akut, Eklampsia.
- Tindakan: Rawat ICU, Obat Intravena (IV).
- Hipertensi Urgensi: TD Sangat Tinggi TANPA Kerusakan Organ Target Akut.
- Contoh: Pasien tidak patuh obat, sakit kepala hebat, epistaksis.
- Tindakan: Rawat Jalan/Observasi IGD, Obat Oral.
B. Target Penurunan Tekanan Darah (Emergensi)
Prinsip: Jangan turunkan terlalu cepat (risiko hipoperfusi otak), kecuali pada kondisi khusus.
| Kondisi Klinis | Target Penurunan TD | Lini Obat Pilihan |
|---|---|---|
| Umum (Maligna/Ensefalopati) | Turunkan MAP 20-25% dalam 1 jam pertama. | Nikardipin, Labetalol |
| Sindrom Koroner Akut | Segera turunkan TDS < 140 mmHg. | Nitrogliserin, Labetalol |
| Edema Paru Akut | Segera turunkan TDS < 140 mmHg. | Nitrogliserin (dengan Loop Diuretik) |
| Dissecting Aorta (Aorta Robek) | CITO! Turunkan TDS < 120 mmHg DAN Heart Rate < 60 x/m. | Esmolol + Nitroprusid/Nikardipin |
| Stroke Iskemik (Kandidat Trombolisis) | Turunkan TDS < 185 mmHg, TDD < 110 mmHg. | Nikardipin, Labetalol |
| Eklampsia / Pre-Eklampsia Berat | Turunkan TDS < 160 mmHg, TDD < 105 mmHg. | Nikardipin, MgSO4 |
C. Dosis Obat Parenteral (Injeksi)
| Nama Obat | Dosis Awal | Dosis Lanjutan (Titrasi) | Onset / Durasi |
|---|---|---|---|
| Nikardipin | 5 mg/jam (Infus kontinu) | Naikkan 2,5 mg tiap 15 menit. Maks: 15 mg/jam. | 5-15 menit / 30-40 menit |
| Nitrogliserin | 5-10 mcg/menit (Infus) | Naikkan 5 mcg tiap 5-10 menit. Maks: 200 mcg/menit. | 1-5 menit / 3-5 menit |
| Diltiazem | 10 mg (Bolus IV pelan) | Dilanjutkan infus 5-15 mg/jam. | 3 menit / 0,5-10 jam |
| Klonidin | 150 mcg (Dilarutkan dalam 10cc, IV pelan) | Dapat diulang atau dilanjutkan oral. | 30 menit / 4-6 jam |
BAB VII: HIPERTENSI SEKUNDER (PENYEBAB YANG MENDASARI)
Curigai hipertensi sekunder jika:
- Hipertensi pada usia muda (<40 tahun) tanpa riwayat keluarga.
- Hipertensi resisten (gagal dengan 3 obat termasuk diuretik).
- Peningkatan TD mendadak pada pasien yang sebelumnya stabil.
Penyebab Tersering & Skrining:
- Penyakit Parenkim Ginjal (CKD/Polikistik): Cek USG Ginjal, Kreatinin, Urinalisis.
- Renovaskular (Stenosis Arteri Ginjal): Cek USG Doppler Ginjal (terutama jika ada bruit abdomen).
- Aldosteronisme Primer: Hipokalemia persisten tanpa diuretik. Cek Aldosteron/Renin Ratio.
- Sleep Apnea (OSA): Mengorok keras, obesitas, ngantuk siang hari.
- Obat-obatan: NSAID kronis, Steroid, Dekongestan, Pil KB.
BAB VIII: TATA LAKSANA FAKTOR RISIKO TAMBAHAN
Selain menurunkan tensi, wajib mengelola risiko kardiovaskular lain.
1. Penggunaan Statin (Kolesterol)
- Risiko Sangat Tinggi (Penyakit Jantung/Stroke): Wajib Statin. Target LDL < 70 mg/dL.
- Risiko Tinggi: Target LDL < 100 mg/dL.
- Risiko Sedang/Rendah: Pertimbangkan Statin jika LDL > 115 mg/dL.
2. Antiplatelet (Pengencer Darah)
- Pencegahan Sekunder (Sudah pernah Stroke/Serangan Jantung): DIREKOMENDASIKAN (Aspirin 80-100 mg).
- Pencegahan Primer (Belum pernah sakit): TIDAK direkomendasikan rutin (risiko perdarahan > manfaat), kecuali risiko sangat tinggi.
BAB IX: INDIKASI RUJUKAN KE SPESIALIS (FKRTL)
Dokter di FKTP (Puskesmas/Klinik) wajib merujuk jika:
- Hipertensi Krisis (Emergensi/Urgensi).
- Hipertensi Resisten (Tidak terkontrol dengan 3 obat dosis optimal).
- Kecurigaan Hipertensi Sekunder (butuh skrining lanjut).
- Hipertensi pada Kehamilan (Pre-eklampsia).
- Adanya komplikasi berat: Gagal Jantung, Stroke Akut, Gagal Ginjal Progresif.
- Hipertensi Sistolik > 140 mmHg atau Diastolik > 90 mmHg yang persisten selama 3 bulan meski sudah diobati.
Lampiran: Daftar Obat Antihipertensi Oral (PNPK 2021)
Berikut adalah daftar sediaan obat, rentang dosis harian, dan waktu pemberian yang direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi.
Tips Klinis:
- Obat dengan frekuensi 1x sehari sebaiknya dipilih untuk meningkatkan kepatuhan.
- Perhatikan waktu pemberian (Pagi vs Malam) untuk menyesuaikan dengan ritme sirkadian tekanan darah atau meminimalkan efek samping (misal: diuretik pagi hari agar tidak sering kencing malam).
1. Golongan Diuretik
| Jenis | Nama Obat | Dosis Harian (mg) | Frekuensi | Waktu Pemberian |
|---|---|---|---|---|
| Tiazid | Hidroklorotiazid (HCT) | 12.5 - 50 mg | 1x | Pagi |
| Indapamide | 1.25 - 2.5 mg | 1x | Pagi | |
| Loop Diuretic | Furosemid | 20 - 80 mg | 2x | Pagi & Siang |
| Torsemid | 5 - 10 mg | 1x | Pagi | |
| Hemat Kalium | Spironolakton | 25 - 100 mg | 1x | Pagi |
| Amilorid | 5 - 10 mg | 1-2x | Pagi |
2. Penghambat ACE (ACE Inhibitor)
Sering menyebabkan batuk kering. Hentikan jika terjadi angioedema.
| Nama Obat | Dosis Harian (mg) | Frekuensi | Waktu Pemberian |
|---|---|---|---|
| Captopril | 12.5 - 150 mg | 2 - 3x | 1 jam sebelum makan |
| Lisinopril | 10 - 40 mg | 1x | Malam |
| Ramipril | 2.5 - 10 mg | 1 - 2x | Malam |
| Perindopril | 4 - 16 mg | 1x | Malam |
| Enalapril | 5 - 40 mg | 1 - 2x | Malam |
| Imidapril | 5 - 10 mg | 1x | Malam |
3. Penghambat Reseptor Angiotensin (ARB)
Pilihan utama jika pasien batuk dengan ACEi.
| Nama Obat | Dosis Harian (mg) | Frekuensi | Waktu Pemberian |
|---|---|---|---|
| Candesartan | 8 - 32 mg | 1x | Malam |
| Irbesartan | 150 - 300 mg | 1x | Malam |
| Valsartan | 80 - 320 mg | 1x | Malam |
| Telmisartan | 40 - 80 mg | 1x | Malam |
| Losartan | 50 - 100 mg | 1 - 2x | Malam |
| Olmesartan | 20 - 40 mg | 1x | Malam |
4. Penyekat Kanal Kalsium (CCB)
| Golongan | Nama Obat | Dosis Harian (mg) | Frekuensi | Waktu Pemberian |
|---|---|---|---|---|
| Dihidropiridin | Amlodipine | 5 - 10 mg | 1x | Pagi / Malam |
| (Vasoselektif) | Nifedipine (GITS/LA) | 30 - 60 mg | 1x | Malam |
| Lercanidipine | 10 - 20 mg | 1x | Pagi | |
| Felodipin | 5 - 10 mg | 1x | Pagi | |
| Non-Dihidropiridin | Diltiazem (SR/CD) | 100 - 200 mg | 1x | Malam |
| (Kardioselektif) | Verapamil (SR) | 120 - 480 mg | 1x | Malam |
Catatan: Golongan Non-Dihidropiridin (Diltiazem/Verapamil) dapat menurunkan denyut jantung. Hati-hati kombinasi dengan Beta-Blocker.
5. Penyekat Beta (Beta-Blocker)
Indikasi kuat: Gagal Jantung, Pasca Infark Miokard, Aritmia.
| Jenis | Nama Obat | Dosis Harian (mg) | Frekuensi | Waktu |
|---|---|---|---|---|
| Kardioselektif | Bisoprolol | 2.5 - 10 mg | 1x | Pagi |
| Atenolol | 25 - 100 mg | 1 - 2x | Pagi | |
| Metoprolol Tartrat | 100 - 400 mg | 2x | Pagi (dgn makan) | |
| Nebivolol | 5 - 40 mg | 1x | Pagi/Malam | |
| Kombinasi Alpha-Beta | Carvedilol | 12.5 - 50 mg | 2x | Pagi & Sore |
| Non-Selektif | Propranolol | 40 - 320 mg | 2 - 3x | Malam |
6. Golongan Lain (Lini Tambahan)
| Golongan | Nama Obat | Dosis Harian | Frekuensi | Indikasi Khusus |
|---|---|---|---|---|
| Alpha-1 Blocker | Doxazosin | 1 - 8 mg | 1x | Hipertrofi Prostat (BPH) |
| Terazosin | 2 - 20 mg | 2x | Hipertrofi Prostat (BPH) | |
| Alpha-2 Agonist | Klonidin | 0.15 - 0.6 mg | 2 - 3x | Hipertensi Urgensi / Nyeri |
| Metildopa | 250 - 1000 mg | 2 - 3x | Ibu Hamil | |
| Vasodilator | Hidralazin | 50 - 200 mg | 2 - 3x | Gagal Jantung / Hamil |